Suara Mereka yang Tetap Kerja di Cuti Bersama: Tergoda Gegoleran

Suara Mereka yang Tetap Kerja di Cuti Bersama: Tergoda Gegoleran

DELAPANTOTO – panjang cuti bersama HUT ke-80 RI dimanfaatkan sebagian besar masyarakat untuk bersantai, mudik, atau berlibur. Namun, ada pula segelintir pekerja yang tetap harus masuk kantor, menghadapi kenyataan bahwa liburan tidak berlaku bagi mereka. Meski begitu, sebagian dari mereka mengaku justru “tergoda” dengan kesempatan gegoleran atau kerja santai di kantor yang sepi.

Suasana Kantor Sepi

Beberapa karyawan yang diwawancarai menyebutkan bahwa kantor terasa jauh lebih tenang saat cuti bersama. Telepon jarang berdering, rapat dibatasi, dan interaksi dengan rekan kerja minimal. Hal ini membuat mereka bisa menyelesaikan pekerjaan dengan fokus, bahkan ada yang merasa seperti menikmati waktu kerja yang lebih rileks.

“Kalau biasanya penuh gangguan, hari ini bisa kerja santai. Kadang malah ketagihan, karena bisa konsentrasi tanpa distraksi,” ujar seorang pegawai swasta.

Tergoda Kerja Santai

Fenomena ini disebut “tergoda gegoleran”, di mana karyawan tetap produktif tapi dengan suasana santai. Mereka mengaku dapat menyelesaikan pekerjaan yang tertunda, menata berkas, atau melakukan inovasi tanpa tekanan deadline seperti biasanya.

Namun, tidak semua merasa nyaman. Ada juga yang menyesal tidak bisa ikut berlibur bersama keluarga atau teman, meski pekerjaan berjalan lancar.

Pelajaran dari Pengalaman

Bagi sebagian orang, bekerja di saat cuti bersama menjadi momen refleksi tentang efisiensi kerja dan manajemen waktu. Suasana sepi memungkinkan mereka mengevaluasi prioritas, menyelesaikan pekerjaan administratif, dan mempersiapkan tugas untuk minggu berikutnya.

Kesimpulan

Tetap bekerja saat cuti bersama memang memiliki sisi positif dan negatif. Di satu sisi, karyawan bisa menikmati suasana kantor yang sepi dan fokus, namun di sisi lain, kehilangan kesempatan untuk menikmati liburan. Fenomena “tergoda gegoleran” menunjukkan bahwa produktivitas bisa meningkat jika lingkungan kerja mendukung, meski pada hari yang seharusnya libur.

Sumber: noklisa.my.id

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *