DELAPANTOTO – Fenomena bediding atau suhu dingin yang lebih menusuk tulang dari biasanya belakangan ini banyak dirasakan warga di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di daerah dataran tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi ini akan bertahan hingga September 2025.
Bediding adalah istilah yang sering digunakan masyarakat Jawa untuk menggambarkan cuaca dingin ekstrem yang biasanya terjadi di musim kemarau. Fenomena ini umumnya terjadi pada malam hingga dini hari, ditandai suhu yang turun lebih rendah dari rata-rata normal.
BMKG menjelaskan bahwa bediding terjadi karena beberapa faktor alamiah, di antaranya:
Meskipun fenomena ini wajar terjadi, bediding bisa memengaruhi aktivitas warga. Banyak petani sayur dan tanaman hortikultura di dataran tinggi mengalami gagal panen karena embun es yang muncul akibat suhu dingin ekstrem.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga kesehatan, terutama anak-anak dan lansia yang rentan terhadap penyakit akibat suhu dingin seperti flu, batuk, dan infeksi saluran pernapasan.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan warga untuk mengurangi dampak bediding antara lain:
Sumber: noklisa.my.id
Jakarta – PT Wahana Makmur Sejati, dealer resmi Honda di wilayah Jakarta dan sekitarnya, mencatat…
ANGKARAJA — Dugaan kebocoran data kendaraan kembali mencuat ke publik. Kali ini, sebuah aplikasi bernama…
INITOGEL - Industri sepeda motor tanah air kembali dikejutkan dengan kehadiran skutik crossover baru, FKM…
INITOGEL - Wahana Honda kembali menunjukkan komitmennya terhadap kepuasan pelanggan melalui Customer Gathering GSO Fleet…
INITOGEL - Dalam upaya mendorong informasi yang akurat dan konstruktif, Wahana Mandiri Sejahtera (WMS) memberikan…
TVTOGEL - Bagi para pemilik motor, terutama yang menggunakan motor dengan mesin 4-tak, suara rantai…